CATATAN KECIL DARI DEWAN KESENIAN SURABAYA
Kita sering menjumpai iklan dengan perulangan – perulangan, semisal seperti “oi penonton, batuk penonton OBH combi aaaa!!!” (diulang-ulang). Apa menurut anda informatif? Pasti saja informatif dan diingat sekali! Tapi perlu diingat, cara menyajikan iklan informatif tidak hanya itu! Masih banyak cara yang lebih menarik untuk menyampaikan sesuatu yang informatif seperti diatas. Secara acak ambil contoh iklan obat batuk, “Hari ini saya menyatakan Konidin sebagai suami saya” ternyata bisa juga tertancap dalam ingatan kita dengan jelas infomasi iklan tersebut. Tidak kalah informatif dari yang sebelumnya, dan lebih menarik.
Masih banyak contoh yang kita liat dan bisa kita kaji.Tapi dari semua itu, setidaknya kita dapat gambaran bahwa membuat suatu yang informatif, tidak selalu harus dengan cara yang sama dan biasa-biasa saja, apalagi diulang ulang. Kalo mau jujur, Jenny (Creative Head AD MARK Jakarta) mengatakan “iklan semacam itu adalah pelecehan bagi kita yang menonton, gimana nggak? Kita yang berniat mencari hiburan dan informasi (menonton TV/membaca Koran/dll), malah dijejali dengan hal seperti itu”. Padahal iklan dapat kita kemas menjadi sebuah hiburan, dan menyusupkan pesan tidak dengan dijejal-jejalkan, namun cerdik dan soft (halus).
Banyak hal yang dapat mendukung iklan agar terlihat bagus dan menarik, diantaranya adalah pengemasan iklan meliputi pengemasan pesan, pengemasan artistik, sampai dengan pengemasan media. Hal berikut ini saya kutip dari penjelasan Jenny Hardono dan Ghandi Suryoto (keduanya adalah tim kreatif AD MARK Jakarta) yang pernah terlibat sebagai juri di AD Fest 2002. Secara garis besar menurut mereka iklan yang mendapatkan penghargaan dalam AD Fest adalah iklan yang memenuhi beberapa kriteria. Satu hal yang sangat menarik, yakni untuk Kriteria yang terbaik, poin penilaiannya adalah “ Anjing, kenapa bukan gue yang buat iklan ini!”. Cara menentukan kriteria Best Of The Best ini sangat menarik dan tentu saja manusiawi/wajar, tetapi untuk menjadi nominasi dalam AD Fest ada beberapa kriteria baku yang telah ditentukan oleh panitia yang dapat digolongkan menjadi:
Kategori Iklan dapat mengerakkan konsumen
Kategori iklan Strong Idea dan Well Executed
Kategori iklan Simplicity
1. Kategori Iklan Mengerakkan Konsumen:
Iklan Mampu menggambarkan realitas keseharian konsumen (natural/keseharian)
Iklan Memiliki emosi yang sangat kuat dengan targetnya (iklan asuransi)
Iklan Memiliki karakter yang kuat terutama pada saat disampaikan

Adidas – Bronze
2. Kategori iklan Strong Idea and Well Executed:
Terkadang dibuat dengan perasaan yang tinggi (anak jalanan yang kelaparan sekali)
Terkadang dibuat dengan skill yang tinggi dan aspek visual yang kuat (permainan kedalaman) – KFC
Dan tentu saja mereka yang membuatnya dengan tidak ada kesalahan (perfect)
KFC – Silver
Storyboard – jasa Asuransi
3. Kategori iklan Simplicity:
Iklan mampu memecah perhatian konsumen (have stopping power)
Iklan mudah disampaikan (be clear and be common)
Iklan mampu itu mempunyai daya ingat yang besar
Iklan yang telah diexplorasi dengan mendalam (pembersih kaca versi – burung)
Iklan tidak terlihat seperti Iklan (Natural) (dulux-papan tulis)

Pembersih kaca – Silver Ad Dulux – Bronxe Majalah – Bronzee
4. Best Of The Best:
“Anjing, kenapa bukan gue yang bikin!” (tentunya setelah memiliki kriteria diatas:red)
Tetapi dari semua kategori diatas yang lebih bergengsi, haruslah memiliki semua kategori sebelumnya. Dan iklan tentu saja harus tetap memiliki relevansi dengan brand dan konsumennya masing-masing (tambah Jenny). Hal lain yang menarik dalam acara bedah iklan 14 Desember 2004 adalah perlakuan media konvensional yang dikemas dengan tidak seperti biasanya, bahkan hadir media-media baru yang unik. Contoh, billboard Adidas, poster Adidas yang memperlakukan media-media biasa secara tidak biasa. Bahkan media-media baru seperti halnya act media yang digunakan oleh Head and Shoulders untuk pelengkap dalam stand mereka di swalayan- swalayan. Juga tidak ketinggalan moving ad dari Zippo (dengan kobaran api diatas taksi-taksi yang berkeliling) yang tidak kalah menariknya, dan tetap memiliki relevansi dengan produk dan konsumen.
Poster serial Adidas
Bilboard Adidas (Gold) – Moving Ad Zippo (silver) – Act Media Strawbery dan Shampoo
Memang kriteria diatas adalah kriteria yang digunakan untuk AD Fest, dan AD Fest bukanlah satu-satunya patokan dalam penilaian sebuah iklan. Tetapi setidaknya kita dapat belajar banyak dari apa yang mereka lakukan. Akhirnya dapat disimpulkan, ternyata membuat iklan yang bagus, bisa dengan memggunakan kemasan yang menghibur, sehingga konsumen tidak bosan terhadap iklan yang disodorkan juga kemungkinan-kemungkinan media yang tidak kita perkirakan sangat besar sekali. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan budaya/kebiasaan masyarakat. Seperti timbulnya mural yang semakin mewabah ataupun viral yang hadir dimana-mana.
Ini sekedar oleh-oleh yang dapat saya bawa dari medan pertempuran kemarin. Semoga bermanfaat dan menambah ketertarikan buat rekan-rekan. Sangat baik untuk melihat langsung ke pamerannya (bila belum tutup) atau www.asiapacificadfest.com, meski sekedar membahas dan mengkritisi dunia periklanan, atau mencari iklan yang mirip-mirip dengan tugas Studio DKV5 Terimakasih.
Uki
test login, mr wordpress..
wooowww..
gilaaa
posting yang kuereeeen
bermanfaat sekali loh isinya..